Indonesia resmi menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi antarpemerintah yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan, tata kelola, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting bagi Indonesia dalam memperkuat posisinya di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI di dunia.
Deklarasi pendirian WAICO ditandatangani di Shanghai, Tiongkok, bersama 28 negara lainnya. Organisasi tersebut dibentuk sebagai wadah kolaborasi global untuk mendorong pengembangan AI yang inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara, khususnya negara berkembang.

Indonesia Ambil Peran Strategis
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keikutsertaan sebagai anggota pendiri bukan sekadar simbol diplomasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan Indonesia turut berkontribusi dalam penyusunan standar, etika, dan tata kelola AI di tingkat internasional.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh anggota WAICO dalam membangun ekosistem AI global yang lebih inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, kolaborasi internasional sangat penting agar manfaat teknologi AI dapat dirasakan secara merata tanpa memperlebar kesenjangan digital antarnegara.
Fokus pada Tata Kelola AI yang Bertanggung Jawab
WAICO dibentuk dengan tujuan memperkuat koordinasi antarnegara dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi AI. Organisasi ini diharapkan menjadi forum untuk membahas berbagai isu penting, seperti:
- Pengembangan AI yang aman dan bertanggung jawab.
- Penyusunan standar internasional dan etika AI.
- Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas negara berkembang.
- Kerja sama riset dan inovasi lintas negara.
- Perlindungan data, keamanan siber, serta pemanfaatan AI untuk pembangunan berkelanjutan.
Indonesia memandang WAICO sebagai bagian penting dari upaya membangun tata kelola AI global yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, transparansi, akuntabilitas, dan pemerataan akses terhadap teknologi.
Peluang Besar bagi Indonesia
Keikutsertaan Indonesia sebagai negara pendiri membuka berbagai peluang strategis. Selain memperluas kerja sama penelitian dan investasi di sektor AI, Indonesia juga memiliki kesempatan untuk mempercepat transformasi digital di berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, industri manufaktur, pertanian, layanan publik, hingga ekonomi digital.
Pemerintah menilai kolaborasi melalui WAICO dapat membantu memperkuat daya saing nasional sekaligus mendukung target Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara. Akses terhadap jaringan riset internasional, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan talenta AI menjadi nilai tambah yang diharapkan dapat mempercepat inovasi di dalam negeri.
Sejalan dengan Kebijakan Nasional
Partisipasi Indonesia dalam WAICO juga selaras dengan berbagai kebijakan nasional di bidang kecerdasan buatan. Pemerintah saat ini tengah memfinalisasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Indonesia 2026–2029 beserta pedoman etika AI sebagai dasar pengembangan teknologi yang aman, terpercaya, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI mampu mendorong inovasi tanpa mengabaikan perlindungan data pribadi, keamanan digital, hak asasi manusia, serta prinsip penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.
Penguatan Posisi Indonesia di Tingkat Global
Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota pendiri WAICO menunjukkan semakin besarnya peran Indonesia dalam pembahasan isu-isu teknologi global. Di tengah meningkatnya persaingan pengembangan AI antarnegara, keterlibatan Indonesia memberi kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan internasional sekaligus memperjuangkan kepentingan negara berkembang dalam memperoleh akses teknologi, transfer pengetahuan, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam kerja sama internasional di bidang transformasi digital dan ekonomi berbasis teknologi.
Kesimpulan
Bergabungnya Indonesia sebagai negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) menjadi momentum penting bagi perjalanan transformasi digital nasional. Selain memperluas peluang kolaborasi internasional, keanggotaan ini memberikan ruang bagi Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam membentuk tata kelola AI global yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab.
Dengan dukungan kebijakan nasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kerja sama internasional yang semakin erat, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan sebagai motor penggerak inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa depan.